UNTUK SIAPAKAH KEBERUNTUNGAN BERPIHAK, AREMA FC VS PUSAMANIA

FINAL PIALA PRESIDEN 2017 MEMPERTEMUKAN DUA TIM YANG BERLATAR BELAKANG BERBEDA, PUSAMANIA AKAN TANTANG AREMA FC YANG PENUH DENGAN BINTANG.

 

SPORTIFITAS.COM – Turnamen Piala Presiden 2017 sudah menapaki babak akhir. Semua itu setelah, Pusamania Borneo FC (PBFC) II dipastikan melawan Arema FC di partai puncak yang akan dihelat di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 12 Maret 2017 mendatang. Keduanya pun melaju ke partai puncak bukan tanpa perjuangan yang mudah.

Tentunya yang sangat mengejutkan adalah bermainnya PBFC II di partai puncak. Mengingat, squad yang dilatih Ricky Nelson itu bukanlah tim utama yang akan dimainkan dalam Liga 1 2017. Ya, sebelum berlangsungnya turnamen, manajemen PBFC memang memilih kebijakan untuk membuat tim kedua guna mengikuti ajang pertama yang akan digelar oleh PSSI di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.

Pusamania-Borneo-FC

Tak ayal, tim yang merupakan gabungan pemain PBFC U-21 dengan para pemain yang sebelumnya tak di persiapkan untuk Liga 1 itu tak begitu diperhitungkan awalnya. Jangankan untuk lolos ke babak final, lolos dari fase grup pun dinilai cukup susah. Menyusul, lawan yang mereka hadapi di fase grup 4 adalah tuan rumah Bali United, Sriwijaya FC, serta Barito Putera.

Hasilnya, Asri Akbar dan kawan-kawan mampu menyalahkan semua prediksi tersebut. Lolosnya tim Pusamania ke babak perempat-final memang sedikit diwarnai faktor keberuntungan. Bagaimana tidak, mereka bisa lolos di urutan pertama grup dengan dua kali bermain imbang dan satu kali menang. Bahkan, mereka hanya mencetak satu gol dan tanpa kebobolan untuk lolos ke babak selanjutnya.

Fenomena tim lapis dua ini berlanjut di laga perempat-final. Melawan tim bertabur bintang Madura United, pasukan PBFC II yang dibantu beberapa pemain inti dari tim utama seperti Asri Akbar, Abdul Aziz, Terens Owang Puhiri, Patrich Wanggai, juga tiga pemain asing tak gentar setitik pun. Bermain imbang tanpa gol bersarang dalam waktu 2×45 menit, PBFC II akhirnya menang lewat drama adu penalti dengan skor 5-4. Tampil sebagai bintang, adalah kiper senior Wawan Hendrawan yang mampu menghempaskan tendangan eksekutor nomer lima dari Madura United, Fachruddin Wahyudi Aryanto.

Surprize itu pun kembali berlanjut di babak empat besar. Melawan Persib Bandung, PBFC II kembali tak di faforitkan. Pada leg pertama, Persib dibuat pulang dengan hampa dari PBFC II di Stadion Segiri Samarinda, 2 Maret silam, dengan skor tipis 2-1. Ini melanjutkan rekor negatif Persib yang belum pernah menang di Segiri sejak era Indonesia Super League dilaksanakan.

BACA JUGA : PUSAMANIA SINGKIRKAN PERSIB BANDUNG

Pada leg kedua, mendapatkan pressing dari puluhan ribu Bobotoh, pasukan pelapis PBFC kembali memperlihakan mental baja mereka. Laga ini dimenangkan oleh Persib dengan skor 2-1 setelah laga berlangsung selama 120 menit. Sehingga penentuan pemenang dilakukan lewat babak adu penalti. Di sesi ini, lagi-lagi PBFC II berhasil menang yang membuat mereka mencatatkan sejarah lolos ke final Piala Presiden.

Lalu bagaimana dengan Arema? Bertindak sebagai tuan rumah di grup 2, sebenarnya tim Singo Edan ini mendapatkan lawan yang tak mudah. Mengingat, mereka harus melawan Bhayangkara FC, Persija Jakarta, juga PS TNI. Mereka pun lolos lanjut ke babak perempat-final winner juara grup dengan meraih dua menang dan satu kali hasil imbang.

AREMA FC

Fase babak perempat-final, lawan yang tangguh kembali dihadapi tim asuhan Aji Santoso. Adalah club finalis Piala Presiden 2015, Sriwijaya FC, yang harus dilawan oleh Arema di Stadion Manahan, Solo, 26 Februari lalu. Arema akhirnya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, lewat gol tunggal Adam Alis Setyano.

BACA JUGA : QUIN-TRICK GONZALES ANTARKAN AREMA KE FINAL

Selanjutnya ujian mental juara sesungguhnya terjadi di semi-final. Kala Arema harus kalah lebih dulu dari Semen Padang dengan skor 1-0, pada leg pertama di Padang. Bahkan, ketika leg kedua berlangsung di Malang, Arema sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu dari Semen Padang, hingga akhirnya Cristian Gonzales dengan heroik membobolkan lima gol ke gawang Semen Padang untuk membalikkan kedudukan menjadi 5-2. Arema ahirnya lolos ke final dengan agregat skor 5-3.

Bertemunya Arema kontra PBFC II di laga final bisa dibilang menjadi ajang pembuktian untuk Tim Pelapis dengan Raja Turnamen. Ya, PBFC II yang di isi para pemain lapis kedua PBFC, bakal melawan Arema yang sudah merajai banyak turnamen dalam setiap tiga tahun terakhir.

Tercatat, sepanjang 2015-2017 Arema berhasil meraih delapan gelar juara turnamen pramusim. Gelar yang trak berhasil di genggaman mereka hanya Piala Presiden 2015, Turnamen Piala Jenderal Sudirman 2016, Piala Gubernur Kalimantan Timur 2016, juga Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.

Unsur mental pemain juga racikan dari kedua pelatih masing-masing tim bakal menentukan di laga pamungkas nanti. Nelson yang dikenal ahli dalam memaksimalkan potensi kombinasi pemain muda serta senior, bakal menantang Aji yang sudah mempunyai pengalaman melatih timnas Indonesia juga banyak klub besar Indonesia. Tentunya, pertandingan ini bakal menarik untuk ditonton. Siapa yang akan lebih unggul?

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.